Gallery Foto

Pusdiklat Alam Tani

E-mail Cetak PDF

Pusdiklat Alam Tani terletak di Desa Lobu Rappa, Kecamatan Bandar Pulo, Kabupaten Asahan, berjarak sekitar 250 km dari pusat kota Medan. Pusdiklat ini didirikan pada tahun 1995 dengan luas lahan sekitar 32 hektar.

Sebagai pusat pendidikan, Pusdiklat Alam Tani telah digunakan untuk menyelenggarakan berbagai macam kegiatan pendidikan dan latihan guna mendukung penguatan organisasi petani. Pusdiklat Alam Tani juga menjadi tempat yang bersejarah bagi Serikat Petani Indonesia (SPI) karena deklarasi Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI/sekarang SPI) dilaksanakan di tempat ini pada tanggal 8 Juli 1998.

Hingga kini pusdiklat Alam Tani telah memiliki berbagai macam fasilitas yang meliputi ruang belajar mengajaryang dapat menampung 100 orang, kamar penginapan lengkap dengan kamar mandi, pusat listrik tenaga Microhydro, Biodegester, kebun budidaya tanaman organik, kolam ikan, peternakan sapi, serta air terjun alami.

 

biogas.jpg diskusi.jpg kebun-sayur.jpg mapping.jpg pusdiklat.jpg tajngkap-ikan.jpg ternak-sapi.jpg

 

Berita Foto Kegiatan Peluncuran Petisi Kedaulatan Pangan

E-mail Cetak PDF

MEDAN. Setelah sebelumnya sukses digelar di Jakarta, Petisi Kedaulatan Pangan Rakyat Indonesia kembali di laksanakan di Sumatera Utara (30/03). Kegiatan dilaksanakan oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumatera Utara, SINTESA bersama gerakan masyarakat Sumatera Utara.

Acara Petisi Kedaulatan Pangan Rakyat Indonesia juga sekaligus syukuran untuk Henry Saragih yang telah dianugerahi penghargaan Green Giants, sebagai salah satu dari 20 orang di dunia ini yang memiliki peran penting untuk “menghijaukan” kembali bumi ini oleh The Observer – surat kabar mingguannya The Guardian – sebuah media berpengaruh di Inggris. Henry disejajarkan dengan Evo Morales, Presiden Bolivia yang terkenal dengan gerakan anti kapitalismenya. Dalam penghargaan ini sendiri, Henry Saragih didaulat sebagai Defender of Rural Poor (Pembela Rakyat Miskin Desa). Sebelumnya Henry Saragih juga dinobatkan menjadi 50 orang yang mampu menyelamatkan bumi oleh harian The Guardian Inggris pada 2008 lalu.

 

 

foto_bersama.jpg gubsu_ttd_kp.jpg parlin_porapora.jpg sambutan_gubsu.jpg sambutan_henry.jpg sambutan_sni.jpg tumpeng_henry_gpn.jpg undangan.jpg undangan_kiri.jpg wakilbupati_sbedagai.jpg