|
Kamis, 29 Maret 2007 Sekitar 200 massa FSPI yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Lawan Nekolim (Gerak Lawan) menggelar aksi di depan gedung DPR RI pada pukul 10.00 tadi pagi. Massa aksi memprotes rencana Pemerintah dan DPR yang akan mensahkan RUU Penanaman Modal pada hari ini juga. Mereka mengusung poster yang bertuliskan "Rakyat Miskin Menolak RUU Penanaman Modal". Dalam orasinya, Deputi Kajian Kebijakan FSPI Achmad Ya’kub menjelaskan RUU Penanaman Modal tidak akan membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
Strategi pembangunan nasional yang selama ini mengandalkan utang dan investasi asing telah gagal membawa kesejahteraan rakyat. Pemerintah seharusnya tidak menggantungkan pembangunan nasional kepada sistem kapitalisme dunia. “Indonesia memiliki potensi modal nasional yang cukup besar, tetapi hal tersebut diabaikan hanya demi melayani pemodal,” tegas Ya’kub. Sementara itu, Sekjen FSPI Henry Saragih mengatakan FSPI sebagai organisasi petani kecil dan buruh tani akan menggugat melalui alur hukum apabila Pmerintah dan DPR mensahkan RUU Penanaman Modal. FSPI juga akan terus melakukan aksi-aksi massa menolak RUU yang sarat dengan kepentingan pemodal tersebut. Bagi petani, kebijakan itu sangat menyakitakan. "Dengan HGU (Hak Guna Usaha) saat ini selama 35 tahun saja, banyak kasus sengketa agraria yang merugikan petani. Tentu dengan masa HGU yang diperpanjang penderitaan petani akan semakin parah lagi," ujarnya. Seperti diketahui dalam RUU Penanaman Modal yang saat ini sedang dibahas DPR, kepentingan rakyat banyak dikorbankan demi memanjakan investor. Peraturan itu sangat memberikan kebebasan kepada pemodal untuk mengekspoitasi bumi pertiwi. Aksi di depan gedung DPR RI tidak hanya dilakukan Gerak Lawan, bersamaan dengan itu 400 massa dari Hizbu Tahrir Indonesia juga menggelar aksi yang sama. |