Pertanian kita juga mengalami masalah yang kronis, yang sudah kita ketahui bersama tengkulak, nah hal itu bisa ditutup dengan menggalakkan koperasi.
Kolaborasi Dengan Koperasi Untuk Menyongsong Perekonomian Medan Yang Lebih Baik

Medan, 09 Juni 2022 Yayasan Sintesa, Serikat Petani Indonesia dan Minum Kopi Medan menyambut kedatangan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki dan Walikota Medan M. Bobby Afif Nasution untuk mengikuti acara Bincang-Bincang Koperasi Petani dan Wirausaha Muda. Dalam sambutannya Ketua Yayasan Sintesa Aprizal Kurniawan  mengatakan “Sintesa sudah berdiri sejak tahun 1986, sudah lebih dari 30 tahun, visi dan misinya adalah reforma agraria. Poin pentingnya adalah koperasi, sebagai roda penggerak perekonomian, alasannya adalah bila menerapkan ide koperasi muncul “rasa kekeluargaan” dalam diri setiap anggota. Sehingga memunculkan kolektivitas yang tinggi dalam membangun kesejahteraan perekonomian setiap anggotanya. Contohnya Kedai Minum Kopi yang bergerak di bidang koperasi sistem yang dibangun di kedai kopi ini adalah rasa kekeluargaan yang pucuknya adalah SPI, dengan demikian setiap anggota SPI bisa menjual hasil taninya kepada Minum Kopi tentu dengan prosedur yang telah disepakati sebelumnya, contohnya kopi, cokelat, dan aren.”

Walikota Medan M. Bobby Afif Nasution Pemko Medan sangat terbuka, untuk melakukan kolaborasi dengan setiap koperasi untuk menyongsong perekonomian Medan ke arah yang lebih baik. Karena memang selama ini korporasi yang memegang kendali penuh perekonomian, nah untuk itu koperasi dapat dijadikan sebagai alternatif supaya tidak terjadi monopoli, Pemko Medan sangat mendukung hal itu. Misalnya, market kopi atau café yang berbasis koperasi seperti yang diterapkan Minum Kopi, hal ini akan sama-sama dipikirkan untuk diperluas di berbagai Kota Medan. Yayasan Sintesa harus ikut serta membangun Medan, dalam berbagai arena yang menjadi fokus solusi berupa penyelesaian berbagai permasalahan di kota Medan, Ujar Walikota Medan.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki   Kopi sudah menjadi gaya hidup bagi tubuh anak mudah di Indonesia, ini merupakan budaya baik yang harus terus dilestarikan. Bila dibandingkan dengan produk kopi raksasa seperti starbucks sudah kalah dengan kafe-kafe kecil yang ada. Pertanian kita juga mengalami masalah yang kronis, yang sudah kita ketahui bersama tengkulak, nah hal itu bisa ditutup dengan menggalakkan koperasi. Kita harus bisa menciptakan pasar tanpa perantara, seperti yang diterapkan oleh kebijakan perekonomian di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, koperasi atau SPI, Sintesa bisa menjadi wadah untuk mengaplikasikan hal itu. Sehingga sistem yang dibangun lebih sehat, mutualisme lebih dapat dibandingkan dengan memakai sistem perantara atau tengkulak, ini akan merugikan petani secara terus menerus yang menjadi kaya itu hanya para tengkulak. Cara yang dapat diterapkan salah satunya adalah galakkan pendidikan kepada para petani secara simultan dan konsisten.

Harapan Ketua DPW SPI SUMUT Zubaidah Tambunan dan juga sebagai salah satu narasumber kepada Walikota Medan yaitu Serikat Petani Indonesia mempunyai banyak program, diantaranya agroteknologi, unit usaha, semuanya sudah terangkum di dalam sistem yang telah dijalankan berupa koperasi. Untuk itu Pemko Medan kiranya harus memperhatikan hal ini, bilamana Pemko Medan ikut mengulurkan partisipasinya tentu akan lebih mudah untuk mencapai kesejahteraan itu. Saat ini lahan pertanian di Medan, harus menjadi pertanian Pemko Medan juga. Mengingat bahwa sebagain besar lahan-lahan di Medan yang sebenarnya mempunyai potensi dijadikan sebagai lahan pertanian, sudah beralih kepada aktivitas industri.

Semua masyarakat Indonesia tentu menginginkan kesejahteraan dalam berbagai aspek kehidupan salah satu cara yang dapat ditempuh ialah dengan menggalakkan sistem koperasi dalam memutar roda perekonomian. Sebuah ungkapan dari Bung Hatta mengenai koperasi “di sini tidak ada majikan dan buruh, melainkan hanya kepentingan dan kesejahteraan bersama.” Tutur Andry Anshari sebagai penutupan acara Bincang-Bincang Koperasi Petani dan Wirausaha Muda.