Solidaritas untuk Petani Korban Konflik Agraria Terdampak Banjir

Yayasan Sintesa bersama Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumatera Utara, Pusat Kajian Agraria dan Hak Asasi Petani (PUSKAHAP) FISIP Universitas Sumatera Utara, serta Koperasi Petani Indonesia Kota Medan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi petani korban konflik agraria (4/12/2025) yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Langkat.

Aksi solidaritas ini dilakukan sebagai respons atas kondisi darurat yang dialami para petani. Di tengah perjuangan panjang mempertahankan tanah dan sumber penghidupan akibat konflik agraria, para petani kembali menghadapi bencana banjir yang merusak tanaman, memusnahkan ternak, serta mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar keluarga mereka.

Bantuan yang disalurkan berupa bahan pangan dan kebutuhan pokok sebagai bentuk dukungan konkret untuk meringankan beban para petani terdampak. Penyaluran bantuan dilakukan melalui Posko Solidaritas Bencana yang dikelola bersama oleh organisasi-organisasi pendukung gerakan petani.

Yayasan Sintesa menilai bahwa bencana alam yang menimpa wilayah konflik agraria memperparah kerentanan sosial-ekonomi petani. Oleh karena itu, solidaritas lintas organisasi menjadi langkah penting tidak hanya dalam pemulihan pascabencana, tetapi juga dalam memperkuat perjuangan petani atas hak tanah, keadilan agraria, dan keberlanjutan penghidupan mereka.

Aksi solidaritas ini diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa petani tidak hanya menghadapi ancaman ekologis, tetapi juga struktural. Dukungan publik dan kolaborasi berbagai pihak sangat dibutuhkan agar petani dapat bangkit dan terus berjuang secara bermartabat.