Pada 08 Februari 2022, rakyat Desa Wadas mendapatkan tindakan ancaman dan represif dari Kepolisian. Kondisi ini diperburuk dengan ditahannya 60 warga, dimana 13 diantaranya merupakan anak bawah umur. Masyarakat yang sedang berjuang mempertahankan wilayahnya dari kerusakan lahan pertanian dan lingkungan hidup yang disebabkan oleh pembangunan tambang sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), dibalas dengan ribuan polisi bersenjata lengkap masuk ke desa dan mencopot seluruh atribut perjuangan.
Hal ini sangat bertentangan dengan cita-cita reforma agraria dan mencederai hak asasi petani. Yayasan Sintesa mengecam tindakan kekerasan aparat kepada para petani di Desa Wadas, serta menuntut dilakukannya tindakan tegas terhadap oknum-oknum aparat yang bersikap represif.