Perwakilan Konsulat Jenderal Jepang di Indonesia yang diwakili oleh Ibu Akhsani Taqwim, melakukan kunjungan lapangan ke Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Alam Tani Yayasan Sinar Tani Indonesia (Sintesa) yang berlokasi di Desa Lobu Rappa, Kabupaten Asahan, pada Oktober 2025. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka survei awal rencana pembangunan proyek penyediaan air bersih (clean water project) bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan diawali dengan peninjauan langsung kondisi lingkungan Pusdiklat Alam Tani, termasuk sumber-sumber air alami dan aliran sungai yang selama ini dimanfaatkan warga. Dalam kunjungan tersebut, perwakilan Konjen Jepang berdialog dengan pengelola yayasan dan masyarakat desa untuk memahami kondisi geografis, kebutuhan air bersih, serta tantangan yang dihadapi warga dalam pemenuhan akses air layak.
Direktur Yayasan Sintesa, Andry Anshari, menyampaikan bahwa rencana proyek air bersih ini sangat penting, tidak hanya untuk mendukung aktivitas pendidikan dan pelatihan di Pusdiklat Alam Tani, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Lobu Rappa.
Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Desa Lobu Rappa, Toyib, yang menyambut baik rencana kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa persoalan akses air bersih masih menjadi tantangan bagi sebagian warga desa, terutama pada musim kemarau.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan kegiatanyang dilakukan. Harapannya, proyek ini bisa menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan air bersih warga Lobu Rappa,” kata Toyib.
Sementara itu, Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumatera Utara, Zubaidah, menekankan pentingnya proyek air bersih dalam mendukung keberlanjutan hidup petani dan masyarakat pedesaan.
“Air adalah fondasi kehidupan dan produksi pertanian. Dukungan terhadap penyediaan air bersih berarti juga dukungan terhadap kedaulatan dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Survei lapangan ini menjadi tahapan awal sebelum penentuan teknis dan kelayakan proyek pembangunan sarana air bersih di kawasan Pusdiklat Alam Tani Yayasan Sintesa. Hasil kunjungan dan diskusi ini selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi pihak Konsulat Jenderal Jepang dalam menentukan tindak lanjut kerja sama ke depan. Yayasan Sintesa berharap rencana proyek ini dapat segera direalisasikan sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat pembangunan berbasis masyarakat, lingkungan hidup, dan keberlanjutan di pedesaan.