Memperkuat Komite Air Desa Lobu Rappa untuk Layanan Air Berkelanjutan

Asahan, 4 Oktober 2026 — Pengelolaan layanan air di tingkat desa tidak hanya membutuhkan infrastruktur yang memadai, tetapi juga kelembagaan masyarakat yang mampu mengelola, menjaga, dan mengembangkan layanan secara berkelanjutan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Yayasan SINTESA melaksanakan Pelatihan Komite Air Desa Lobu Rappa pada 3–4 Oktober 2026 di Desa Lobu Rappa, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan.

Pelatihan ini menjadi bagian dari proses penguatan kapasitas Komite Air sebagai kelembagaan masyarakat yang memiliki peran penting dalam memastikan layanan air dapat berjalan secara mandiri dan responsif terhadap kebutuhan pengguna. Selama dua hari, peserta mendapatkan penguatan pada tiga aspek utama pengelolaan layanan air, yaitu manajemen keuangan, manajemen pemasaran, serta komunikasi publik. Ketiga aspek tersebut dipandang penting untuk membangun tata kelola layanan yang tidak hanya mampu beroperasi secara teknis, tetapi juga memiliki fondasi kelembagaan dan hubungan yang baik dengan masyarakat pengguna.

Membangun Kapasitas dari Tingkat Masyarakat

Dalam pengelolaan layanan berbasis masyarakat, kapasitas pengelola menjadi salah satu faktor penting bagi keberlanjutan. Komite Air tidak hanya berperan sebagai pelaksana teknis, tetapi juga berhadapan langsung dengan berbagai kebutuhan pengguna, pengelolaan sumber daya, administrasi, hingga komunikasi dengan masyarakat. Karena itu, pelatihan dirancang tidak berhenti pada penyampaian materi. Proses pembelajaran dilakukan melalui diskusi dan praktik bersama, sehingga peserta dapat menghubungkan materi dengan situasi yang mereka hadapi dalam pengelolaan layanan air di Desa Lobu Rappa. Pendekatan tersebut memungkinkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan untuk dibahas berdasarkan pengalaman dan kondisi lokal. Dengan demikian, penguatan kapasitas tidak ditempatkan sebagai proses transfer pengetahuan satu arah, melainkan sebagai ruang belajar bersama antara pengelola dan masyarakat.

Dari Tata Kelola Keuangan hingga Komunikasi Publik

Aspek manajemen keuangan menjadi salah satu materi penting dalam pelatihan. Pengelolaan penerimaan dan pengeluaran, pencatatan, serta transparansi keuangan merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Di sisi lain, pengelolaan layanan juga membutuhkan kemampuan untuk memahami pengguna dan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Karena itu, materi manajemen pemasaran diarahkan pada kemampuan mengenali pengguna serta membangun pasar layanan yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

Sementara itu, komunikasi publik menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan. Komite Air berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam memberikan informasi, menerima masukan, dan merespons berbagai kebutuhan maupun keluhan pengguna. Komunikasi yang terbuka dan responsif menjadi salah satu fondasi bagi hubungan yang sehat antara pengelola layanan dan masyarakat. Pelatihan ini menghadirkan Achmad Taufik, Ibu Zuabidah, dan Jean Ari Hasibuan sebagai narasumber. Ketiganya memberikan materi dan berbagi pengalaman dalam mendukung proses penguatan kapasitas Komite Air Desa Lobu Rappa.

Menempatkan Masyarakat sebagai Pengelola

Bagi Yayasan SINTESA, keberlanjutan layanan air tidak dapat dilepaskan dari kapasitas masyarakat yang mengelolanya. Infrastruktur merupakan bagian penting dari sistem layanan, tetapi keberadaannya perlu ditopang oleh kelembagaan lokal yang mampu menjalankan fungsi pengelolaan secara konsisten. Melalui penguatan Komite Air, masyarakat didorong untuk memiliki kapasitas yang lebih kuat dalam mengelola layanan yang mereka gunakan dan menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan terkait keberlangsungannya. Pendekatan ini menempatkan masyarakat bukan semata-mata sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai aktor utama dalam pengelolaan layanan di tingkat lokal.

Kegiatan berlangsung melalui diskusi dan praktik bersama sebagai bagian dari proses penguatan Komite Air Desa Lobu Rappa. Proses tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan tata kelola layanan air yang semakin mandiri, partisipatif, dan berkelanjutan. Yayasan SINTESA terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan lokal sebagai bagian dari upaya membangun desa yang mampu mengelola sumber daya dan layanan dasar secara lebih berkelanjutan.